TEORI TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Teori ini berkembang sebagai akibat kesadaran pada abad ke-20, dengan berbagai macam perkembangan media massa (khususnya media elektronik), menuntut kepada media massa untuk memiliki suatu tanggung jawab social yang baru.
Teori Tanggungjawab sosial punya asumsi utama : bahwa kebebasan pers mutlak, banyak mendorong terjadinya dekadensi moral. Oleh karena itu, teori ini memandang perlu adanya pers dan system jurnalistik yang menggunakan dasar moral dan etika.
Asal saja pers tau tanggungjawabnya dan menjadikan itu landasan kebijaksanaan operasional mereka, maka system libertarian akan dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Jika pers tidak mau menerima tanggungjawabnya, maka harus ada badan lain dalam masyarakat yang menjalankan fungsi komunikasi massa.
Pada dasarnya fungsi pers dibawah teori tanggungjawab sosial sama dengan fungsi pers dalam teori Libertarian. Digambarkan ada enam tugas pers :
1. Melayani sistem politik dengan menyediakan informasi, diskusi dan perdebatan tentang masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.
2. Memberi penerangan kepada masyarakat, sedemikian rupa sehingga masyarakat dapat mengatur dirinya sendiri.
3. Menjadi penjaga hak-hak perorangan dengan bertindak sebagai anjing penjaga yang mengawasi pemerintah.
4. Melayani system ekonomi dengan mempertemukan pembeli dan penjual barang atau jasa melalui medium periklanan,
5.Menyediakan hiburan
6. Mengusahakan sendiri biaya financial, sehingga bebas dari tekanan- tekanan orang yang punya kepentingan
Kekurangan Teori Tanggung Jawab Sosial:
Pemerintah bisa saja menggunakan lembaga atau organisasi yang megontrol sistem penyiaran sebagai kedok untuk mencapai kepentingannya.
Karena kebebasan berekspresi atau berpendapat masih dibatasi dan diatur oleh Undang-undang, maka tidak semua bentuk ekspresi dari masyarakat bisa tersalurkan melalui media massa.
Adanya hak tolak dan hak jawab menjadikan individu bisa melakukan penyaringan terhadap informasi, sehingga tidak semua informasi bisa di konsumsi oleh masyarakat umum.
Kelebihan Teori Tanggung Jawab Sosial :
Masyarakat bebas dalam mengungkapkan pendapat yang bertanggung jawab
Masyarakat dapat bebas berekspresi
Ada aturan atau UU yang menjaga hak-hak setiap individu
Hak individu dan Masyarakat bebas dalam mengungkapkan pendapat yang bertanggung jawab
Masyarakat dapat bebas berekspresi
Ada aturan atau UU yang menjaga hak-hak setiap individu
Hak individu hak pemerintah berjalan seimbang
TEORI SOVIET KOMUNIS
Tugas pokok pers dalam system pers komunis adalah menyokong, menyukseskan, dan menjaga kontinuitas system social Soviet atau pemerintah partai. Dan fungsi pers komunis itu sendiri adalah memberi bimbingan secara cermat kepada masyarakat agar terbebas dari pengaruh-pengaruh luar yang dapat menjauhkan masyarakat dari cita-cita partai. Antara teori totalitarian dengan teori otoritarian sama-sama menggunakan kata kebebasan untuk masyarakat. Namun kebebasan masyarakat bagi otoritarian adalah kepentingan bisnis, sedangkan bagi totalitarian berarti kepentingan partai. Dalam hal ini, pers Soviet harus melakukan apa yang terbaik bagi partai dan mendukung partai sebagai sikap dan perbuatan moral yang berorientasi pada kepentingan rakyat (manifestasi kehendak rakyat). Teori ini berpegang pada asas kebenaran berdasarkan teori Marxis. Pers Soviet bekerja sepenuhnya sebagai alat penguasa, yang dalam hal ini adalah partai komunis. Dimana “Partai Komunis” tersebut dalam pengertian Marxis adalah rakyat. Berdasarkan pemahaman itu pers harus mengikuti kebenaran rakyat, yaitu partai yang substansinya adalah pemerintah.
Perbedaan perbedaan Hubungannya Dengan Sistem Otoritarian Lainnya:
1. Sistem soviet menyingkirkan motif mencari keuntungan dari usaha penerbitan dan media siaran.
2. Sistem soviet menetapkan fungsi komunikasi massa secara positif.
3. Sistem soviet dibangun sebagai bagian dari perubahan dan untuk membantu mencapai perubahan
4. Otoritarisma soviet dibangun berdasarkan konsep kesejahteraan kelas dan tujuan pada dominasi satu kelas dan akhirnya pada masyarakat tanpa kelas.
Kelebihan :
1. Pers diijinkan melakukan kritik tetapi ada patokan yang jelas. Wartawan boleh mengkritik orang termasuk yang ada di birokrasi tingkat tinggi, tetapi tidak boleh mengkritik institusi.
2. Sistem soviet tidak mengenal motif mencari keuntungan dari komunikasi massa, karenanya yang dihargai bukan pendapatan tetapi efeknya dalam masyarakat.
3. Media massa dapat meningkatkan kualitas SDM,Karena informasi yang di sampaikan oleh media cetak maupun elektronik yang bermanfaat bagi masyarakat.
4. Media harus selalu melakukan fungsi positif bagi masyarakat dengan cara melakukan upaya sosialisasi norma-norma yang diinginkan, pendidikan, penerangan, motivasi, mobilisasi.
5. Masyarakat berhak melakukan sensor dan tindakan hukum lainnya dalam upaya mencegah atau memberikan hukuman setelah terjadinya peristiwa, publikasi yang bersifat anti sosial.
6. Wartawan adalah kalangan profesional yang bertanggungjawab yang memiliki tujuan dan memliki cita-cita yang selaras dengan kepentingan masyarakat.
7. Media harus mendukung gerakan-gerakan progresif didalam dan di luar negeri.
8. Media harus tanggap terhadap kebutuhan dan keinginan khalayak.
Kekurangan :
1. Media massa menjadi alat dalam kegiatan negara yang tidak boleh pemilikan swasta sebagaimana halnya industri berat.
2. Rakyat dikuasai pemerintah.
3. Paham ini berdasarkan pandangan bahwa pers bebas tidak untuk memperdagangkan informasi, tetapi untuk mendidik massa dan mengorganisasikan mereka dibawah bimbingan tunggal partai untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.
4. Apabila pers akan mengkritik harus melalui ijin para pemimpin partai.
5. “dosa” jurnalistik lainnya dalam paham komunis adalah eskapisme, yaitu menyampaikan laporan yang tidak relevan dengan cita-cita sosial dan politik, dengan demikian mengalihkan pembaca dari masalah yang serius.
6. Media massa harus melayani kepentingan dari dan berada dalam kontrol kelas pekerja.
7. Kalangan swasta tidak dibenarkan memiliki media.
Kamis, 09 Juli 2009
Langganan:
Komentar (Atom)
