Senin, 29 Juni 2009

Tugas Perbandingan Sistem Media Massa

NAMA : LESTRYA RAMADHANI
NIM : 153070106
KELAS : B

Kelebihan dan Kelemahan Pers Otoritarian dan Libertarian


Pers Otoritarian (kelebihan)
Teori ini mempunyai maksud bahwa Negara memiliki kekuasaan untuk mengatur atau membuat peraturan bagi penduduk dalam mencapai tujuan Negara. Karena peraturan ini pemerintah akan lebih mudah mengatur masyarakat dan masyarakat pun tidak berani menentang keputusan yang dibuat pemerintah. Hal ini tentu saja membuat Negara dalam menguragi konflik yang ada dikarenakan masyarakat tidak punya andil dalam membuat peraturan-peraturan yang ada. Jelas bahwa konsep pers seperti ini menghilangkan fungsi pers sebagai pengawas pelaksanaan pemerintahan dan juga dalam menyampaikan kebenaran objektif kepada masyarakat.
Kelemahan yang terjadi pada Pers Otoritarian yaitu masyarakat takut untuk melakukan hal karena apa yang mereka kerjakan dibawah kekuasaan pemerintah dan akan dengan sulit untuk berbuat kreatif karena tingkah laku yang sangat dibatasi. Media pun sulit untuk mempublikasikan apa yang dibuat oleh masyarakat. Disini akan sangat merugikan masyarakat yang ingin berekspresi.

Pers Libertarian (kelebihan)
Disini kelebihan pers libertarian sangat berbalik dengan kelemahan pers otoritarian karena masyarakat bebas dalam berekspresi di media dan dapat menyalurkan pendapat-pendapat di media yang ada. Dan media pun siap membuat hasil yang diinginkan oleh masyarakat.
Kelemahan Pers Libertarian adalah karena bebasnya masyarakat terhadap apa yang mereka lakukan membuat pemerintah kualahan dalam mengatur masyarakat yang ada. Masyarakat menjadi lebih egois dan mementingkan diri sendiri daripada kepentingan orang banyak. Akibat yang paling besar adalah masyarakat bisa bertindak anarkis.

Kamis, 25 Juni 2009

Tugas Perbandingan Sistem Media Massa

NAMA : LESTRYA RAMADHANI
NIM : 153070106
Otoritarianisme versus Liberitarianisme
Pers Otoritarian
Pers otoritarian identik dengan situasi dimana kebenaran dianggap sebagai milik para pemegang kekuasaan. Tidak peduli apakah kebijakan sang penguasa tersebut menindas rakyat atau sebagainya, karena kekuasaan adalah segalanya. Masa ini muncul pada masa iklim otoritarian di akhir Renaisans Eropa, beberapa waktu setelah ditemukannya mesin ceta. Dalam kondisi masyarakat seperti itu, kebenaran adalah suatu hal yang dianggap bukanlah hasil dari masarakyat, melainkan dari sekelompok kecil para pemegang tangguk kekuasaan. Penguasa dalam menjalankan kekuasaannya menggunakan pers sebagai alat untuk memberi informasi kepada rakyat-rakyat tentang kebijakan-kebijakan penguasa yang harus didukung.
Intinya kebenaran dianggap harus diletakkan dekat dengan pusat kekuasaan.

Pers Liberitarian
Teori ini memutarbalikkan pososo manusia dan Negara sebagaimana yang dianggap oleh teori otoritarian. Manusia tidak lagi dianggap sebagai makhluk berakal yang mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, antara alternative yang lebih baik dengan yang lebih buruk, jika dihadapkan pada bukti-bukti yang bertentangan dengan pilihan-pilihan alternative. Kebenaran tidak lagi dianggap sebagai milik penguasa. Melainkan, hak mencari kebenaran adalah salah satu hak asasi manusia. Liberitarian disini berperan sebagai control pemerintahan. Pers pada masa ini berperan sebagai sebuah alat untuk menyajikan bukti dan argument-argumen yang akan menjadi landasan bagi orang banyak untuk mengawasi pemerintahan dan menentukan sikap terhadap kebijaksanaannya. Agar kebenaran bisa muncul, semua pendapat harus dapat kesempatan yang sama untuk didengar, harus ada pasar bebas pemikiran-pemikiran dan informasi. Baik kaum minoritas maupun kaum mayoritas, kuat maupun lemah, harus dapat menggunakan pers.