Kamis, 17 Juni 2010

Jenis Batik Dulu dan Sekarang

Jenis Batik Dulu dan Sekarang
OLEH : LESTRYA RAMADHANI


Budaya yang ada di Indonesia sangatlah penting untuk dipelajari, terutama budaya yang ada di daerah kita tentunya. Batik, budaya yang berasal dari Jawa ini khususnya batik di daerah Jogja merupakan warisan leluhur yang patut untuk dilestarikan.

Batik di Indonesia sudah ada pada kerajaan majapahit. Batik dahulu hanya diperuntukan untuk keluarga raja-raja saja. Seiring dengan perkembangan zaman, batik di Indonesia pun ikut berkembang menjadi kesenian yang hampir ada di seluruh wilayah Indonesia.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Dalam tradisi masyarakat Jawa yang sarat dengan makna simbolis, batik selalu hadir. Batik tidak pernah lepas dari kehidupan masyarakat Jawa. Selain sebagai busana sehari-hari, hal tersebut dapat dilihat dalam upacara daur hidup yang dilakukan.

Untuk keaslian batik yang dahulu diajarkan oleh nenek moyang kita adalah batik tulis. Batik ini ketika dibuat memang rumit, dibutuhkan kesabaran serta ketelitian yang kuat. Dengan tangan terampil dan penuh ketelitian, batik itu akan terlukis atau tergambar dengan indah. Dalam batik tulis pada setiap potongan gambar (ragam hias) yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. Berbeda dengan batik cap yang kemungkinannya bisa sama persis antara gambar yang satu dengan gambar lainnya.


Seiring berjalannya waktu dan perkembangan jaman yang semakin canggih, manusia semakin pintar untuk membuat suatu hal menjadi mudah. Batik jenis tulis yang mempunyai seni dan pembuatan yang begitu rumit menjadi mudah karena terciptanya alat-alat yang canggih. Namun nama dan jenis batik itu sendiri sudah berbeda. Batik yang dibuat dengan mudah contohnya saja batik tekstil (printing), batik cap.

Batik printing atau yang sering dikenal dengan batik tekstil pembuatannya termasuk mudah karena melalui proses cetak, namun batik ini terkadang mengelabui batik tulis yang memang sudah terkenal. Batik printing ini tidak timbul, namun halus permukaannya. Batik print merupakan salah satu jenis batik yang fenomenal, kemunculannya dipertanyakan oleh beberapa seniman dan pengrajin batik karena dianggap merusak tatanan dalam seni batik, sehingga mereka lebih suka menyebutnya kain bermotif batik. Dengan begitu batik tulis yang sudah turun temurun semakin lama semakin hilang karena banyak masyarakat yang tidak tahu. Masyarakat yang tidak mengetahui batik tulis maka ia akan asal membeli batik, tanpa ia mengetahui jenis batik itu sendiri.

Batik cap, batik ini pembuatannya juga dengan cara mudah yaitu cap. Batik ini dari segi warnanya sudah terlihat mencolok, dan dari bentuk-bentuknya sudah terlihat ada pengulangan antara gambar satu dengan gambar yang lain. Gambar batik cap biasanya tidak tembus pada kedua sisi kain. Warna dasar kain biasanya lebih tua dibandingkan dengan warna pada goresan motifnya. Hal ini disebabkan batik cap tidak melakukan penutupan pada bagian dasar motif yang lebih rumit seperti halnya yang biasa dilakukan pada proses batik tulis.

Alangkah baiknya bagi orang tua sekarang supaya mengajarkan dan memberitahu anaknya bagaimana cara membedakan batik yang asli dengan batik yang cap ataupun tekstil. Karena dengan kita memakai batik tulis secara tidak langsung kita ikut menghormati dan melestarikan budaya yang sudah diwariskan oleh nenek moyang kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar